Sunday, January 16, 2011

Bukan Cerita yang Dia Cerita (part 2.0)


Persis-persis hujan mutiara jatuh ketika Ilya turun dari gondola kesayangannya. Dan sebelum kakinya jatuh menyembah bumi ia disambut oleh seekor rama-rama Uganda yang berwarna kuning dan pink.

" Hehehe " kata Ilya. Seronok. Pipinya bergegar ketika dia menahan gelak.

Mata Ilya menyorot terus ke dada Hazal. Hazal pun. Dada Hazal penuh dengan darah.

Cis. Jantung Hazal berdegup terlalu kencang ketika bertemu Ilya sehingga ia menghentam kuat paru-paru dan tulang rusuknya lantas menyebabkan pendarahan kelas 3 pada dada Hazal.

Malu. Hazal lekas-lekas menyembunyikan kesan luka dan memujuk keras jantungnya supaya berhenti berdegup dengan terlalu kencang.

" Bila balik? "

" Tadi. Naik Concorde. "

" Oh. Patut lambat. Lama tak nampak? "

" Biasalah. Banyak hal di Michigan. "

" Dah 113000 tahun cahaya pergi ke Michigan. Jumpa apa nak? "

" Jumpa apa? "

" Benda yang Hazal cari? "

" Apa yang Hazal cari? "

" Penyelesaian kontinoum masa dan ruang yang kononnya dapat membantu puak Dayak di Bulan. "

" Oh itu. "

" Dapat tak? "

" Dapat sikit. "

" Baguslah. "

" Leha nak pergi mana? "

(tunjuk arah depan)

" Jom. "

Pergi mati penyelesaian kontinoum masa dan ruang. Hari ini dua hati tampak lagi bersinar-sinar dari Galaksi Andromeda.

to be..

1 comment:

wann afzan said...

"hazal pun."

hazal pun tengok dada leha??? pervert!!!!